Selasa, 13 Januari 2026

 

Menjadi Global Citizen di Era Modern

Di era globalisasi saat ini, dunia terasa semakin dekat. Perkembangan teknologi, internet, dan transportasi membuat kita dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang dari berbagai negara dengan mudah. Kondisi ini menuntut setiap individu untuk memiliki sikap sebagai global citizen atau warga dunia.

Global citizenship adalah kesadaran bahwa kita bukan hanya bagian dari suatu negara, tetapi juga bagian dari masyarakat dunia. Seorang global citizen memiliki sikap terbuka, menghargai perbedaan budaya, suku, agama, dan bahasa, serta peduli terhadap isu-isu global seperti perdamaian, lingkungan hidup, dan keadilan sosial.

Sebagai pelajar, sikap global citizenship dapat dimulai dari hal sederhana. Misalnya, menggunakan media sosial dengan bijak, tidak menyebarkan hoaks, serta menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda. Selain itu, menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik dan menghemat energi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia.

Global citizen juga berarti tetap mencintai budaya dan identitas bangsa sendiri. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, pelajar Indonesia dapat berperan aktif dalam pergaulan global tanpa kehilangan jati diri. Sikap gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab adalah nilai lokal yang relevan di tingkat dunia.

Dengan menjadi global citizen yang baik, kita dapat berkontribusi menciptakan dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, termasuk dari diri kita sendiri sebagai generasi muda.

Jumat, 29 Mei 2015

Apa itu Pendidikan Inklusif


Setiap negara yang merdeka dan berdaulat memiliki tujuan dan cita-cita yang mulia demi kesejahtreaan bangsanya, demikian juga dengan negara kita yang tercinta memiliki cita-cita dan tujuan yang mulia yang salah satunya tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003  tentang Sistem Pendidikan Nasional,  Bab III Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 4 ayat (1) bahwa “Pendidikan  di Indonesia diselenggarakan secara demokratis dan  berkeadilan  serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi  manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.”
Harapan dan muara pendidikan kita adalah pendidikan yang berkualitas yang menjadi  idaman setiap orang dan harus menjadi  bagian serta hak setiap orang. Namun pada kenyataannya banyak kendala dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Minggu, 17 Mei 2015

Mengapa Lifeskills and Character


Mencari sekolah yang ideal bagi kebutuhan putra-putri kita merupakan pekerjaan sulit yang dihadapi para orang tua saat ini. Beragam tawaran dari lembaga-lembaga pendidikan bermunculan dengan ragam model pendidikan. Mulai dari sekolah reguler, fullday school hingga sekolah dengan layanan komplit berupa boarding school. Setelah orang tua disuguhi berbagai macam informasi tersebut, kebingungan tidak lantas hilang karena masalah biaya pendidikan yang relatif mahal terutama bagi kalangan menengah. Padahal pendidikan yang berkualitas adalah hak semua orang.