Menjadi Global Citizen di Era Modern
Di era globalisasi saat ini, dunia terasa semakin dekat. Perkembangan teknologi, internet, dan transportasi membuat kita dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang dari berbagai negara dengan mudah. Kondisi ini menuntut setiap individu untuk memiliki sikap sebagai global citizen atau warga dunia.
Global citizenship adalah kesadaran bahwa kita bukan hanya bagian dari suatu negara, tetapi juga bagian dari masyarakat dunia. Seorang global citizen memiliki sikap terbuka, menghargai perbedaan budaya, suku, agama, dan bahasa, serta peduli terhadap isu-isu global seperti perdamaian, lingkungan hidup, dan keadilan sosial.
Sebagai pelajar, sikap global citizenship dapat dimulai dari hal sederhana. Misalnya, menggunakan media sosial dengan bijak, tidak menyebarkan hoaks, serta menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda. Selain itu, menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik dan menghemat energi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia.
Global citizen juga berarti tetap mencintai budaya dan identitas bangsa sendiri. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, pelajar Indonesia dapat berperan aktif dalam pergaulan global tanpa kehilangan jati diri. Sikap gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab adalah nilai lokal yang relevan di tingkat dunia.
Dengan menjadi global citizen yang baik, kita dapat berkontribusi menciptakan dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, termasuk dari diri kita sendiri sebagai generasi muda.

